Sayidatina Fatimah mengelilingi Sayidina Ali 72 Kali

 DIRIWAYATKAN dari Salman Al-Farisi, dia berkata : "fatimah r.a pernah menghadap nabi muhammad saw, ketika nabi memandang beliau, kedua matanya mencucurkan air mata dan berubahlah air mukanya, bersabdalah nabi muhammad saw: "mengapa engkau ini, hai putriku?"

Fatimah menjawab: "Ya Rasullulah, setelah terjadi senda gurau antara aku dengan ali tadi malam, ada sebuah kata-kata yang keluar dari mulut ku, yang menyebabkan dia marah, setelah aku mengetahui bahwa ali marah menyesallah aku dan bersedih hati, aku berkata kepadanya: "duhai kekasih ku, rendahlah engkau kepadaku." lalu aku mengelilinginya hingga tujuh puluh dua kali, agar dia menjadi ridho kepadaku,akhirnya dia tertawa d depanku,tetapi aku tetap takut pada tuhanku."

Bersabdalah nabi muhammad saw : "Hai puteriku,demi tuhan yang telah mengutusku dengan haq sebagai nabi.jika engkau mati sebelum engkau membuat ridho ali tentu aku tidak akan melakukan solat atas jenazahmu."

Kemudian nabi muhammad saw bersabda lagi: "Hai puteriku, tidak engkau mengetahui bahwa ridho suami adalah ridho allah dan kemarahan suami adalah juga kemurkaan allah,hai puteriku, perempuan manapun yang beribadah dengan sebuah ibadah seperti ibadah maryam puteri imran, kemudian suaminya tidak ridho kepadanya maka allah swt tidak akan menerimanya, hai puteriku, yang paling utama di antara amal kaum perempuan adalah taat kepada suaminya, sesudah itu tidak amal yang lebih utama bagi mereka dari pada bertenun,hai puteriku,duduk satu jam untuk menenun adalah lebih baik bagi mereka dari pada ibadah satu tahun, dan di tulis untuk mereka dengan setiap jenis pakaian dari tenunannya pahala orang mati syahid, hai puteriku, seorang perempuan apabila menenun sehingga dapat memberi pakaian suaminya dan anak-anaknya wajiblah surga baginya, dan allah akan memberinya sebuah kota di syurga."

GADIS CANTIK DAN SEPOTONG ROTI

DIRIWAYATKAN bahwa pernah terjadi musim kemarau di kalangan bani israil, masuklah seorang fakir di depan pintu seorang kaya seraya berkata, "Berilah sedekah kepadaku dengan sepotong roti untuk mencari ridho allah swt,"

Putri dari orang kaya itu keluar membawa roti yang masih hangat dan di berikan kepada orang fakir itu ,lalu datanglah orang kaya yang celaka dan di potongnya tangan puterinya, lalu allah swt merubah keadaannya dan menghilangkan semua hartanya, jadilah dia fakir dan meninggal dalam keadaan hina, sedang putrinya berkeliling dari pintu rumah ke pintu yang lain dengan meminta minta, dia seorang gadis yang cantik jelita.

Suatu hari gadis itu datang di depan seorang lelaki kaya, keluarlah ibu lelaki itu dan dia memandang puteri itu dan memperhatikan kecantikannya serta menyuruhnya masuk kedalam rumahnya, dia merasa tertarik dan ingin mengawinkan dengan anaknya, setelah dia mengawinkannya, dia menghiasinya dan menghidangkan di hadapannya sebuah hidangan pada malam hari, puteri itu mengeluarkan tangannya sebelah kiri untuk makan bersama suaminya, melihat itu suaminya berkata, "Sungguh aku memang sering mendengar bahwa orang fakir adalah kurang pendidikan, keluarkanlah tangan kananmu,"

Puteri itu tetap mengeluarkan tangan kirinya dan berkali-kali suaminya melarangnya, terdengar satu suara dari sudut pintu, "Kelurkan tanganmu sebelah kanan, hai perempuan hamba allah, benar-benar engkau telah memberikan roti itu kepada allah, tentu allah akan memberikan tanganmu kepada dirimu,"

Maka di keluarkannya tangan kanannya dalam keadaan utuh berkat kekuasaan allah swt dan makanlah dia bersama suaminya.


Misteri Tengkorak Dan Penggali Kubur

DARI Hasan Al-Basri Rahamatullahi alaihi, dia berkata: aku pernah melihat Bahram bangsa Ajam pada suatu hari sedang menggali kubur, dia mengambil tengkorak-tengkorak orang mati dan mencucuk nya dengan tongkat pada lubang telinga tengkorak yang di ambil nya.

Jika tombak itu dapat menenbusi lubang telinga kiri hingga ke lubang telinga kanan nya, maka dia membuang tengkorak itu, jika tongkat itu tidak dapat menembusi nya sama sekali, maka dia pun membuangnya, tetapi jika tengkorak itu berhenti pada otak tengkorak itu maka dia menciumi nya lalu mengubur kembali, bertanya lah aku tentang kejadian yang aneh itu.

Lalu Bahram Menjawab: "kepala tengkorak yang dapat di tembusi tongkat ini mulai dari lubang telinga kiri sampai ke lubang telinga kana, maka dahulunya dia mendengar nasehat dan pembicaraan yang haq, tetapi keduanya masuk kedalam satu telinga dan keluar dari telinga yang lain dan tidak menetap di dalam otaknya serta tidak mau mengamalkannya, jadi tidak ada kebaikan di dalam kepala itu, sedang kan kepala yang tidak dapat di tembusi tongkat samasekali, maka dahulunya dia tidak mau mendengarkan nasehat dan pembicaraan yang hak karena sibuk dengan kemauan nafsu dan kesenangannya, jadi tidak ada kebaikan samasekali di dalam kepala itu.

adapun kepala yang hanya dapat di tembusi tongkat ini sampai ke otaknya, maka dia di dalam hidupnya mendengarkan nasehat dan pembicaraan yang haq lalu menetap di otaknya dan mengamalkannya, dialah yang di terima di sisi Allah, karena itulah aku menciuminya dan menguburkannya kembali.

SUARA GHAIB DARI DALAM KUBUR

DARI Sufyan At-Tsauri r.a, Dia berkata: aku pernah berada di makkah selama tiga tahun, ada seseorang dari penduduk kota mekah yang datang ke Baitul Haram setiap hari pada waktu Zuhur, dia bertawaf di Baitullah dan mengerjakan sholat lalu mengucapkan salam kepadaku, setelah itu dia barulah pulang, sehingga dia menenaliku dan akupun mengenali nya,

Pada suatu hari dia jatuh sakit dan dia menjemput ku seraya berkata : "kalau aku mati nanti, Hendaklah kamu memandikan aku sendiri, solatkan aku dan kuburkan lah aku, janganlah kamu tinggalkan aku seorang diri didalam kubur pada malam pertama, bermalamlah diatas kuburan ku dan talqinlah dengan kalimat tauhid saat-saat tiba pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir."

Lalu aku melaksanakan pesannya itu, dan ketika aku mengerjakan apa saja yang di perintahkannya kepada ku dan aku pun bermalam di atas kuburannya, maka aku berada di antara tidur dan menjaga kuburannya, tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggil, "Wahai sufyan, dia tidak memerlukan penjagaan mu dan talqinmu."

Akupun bertanya: "Sebab apakah dia memiliki derajat demikian?

Kemudian suara itu menjawab: "Berkat puasa bulan Rammadhan dan disertakannya enam hari bulan syawal.

Lalu aku terbangun tan tidak ada satu orang pun disana, maka aku berwudlu dan kemudian sholat sehingga akupun tertidur, kemudian aku bermimpi seperti itu sampai tiga kali, Tahulah aku bahwasanya suara itu adalah dari tuhan yang maha pengasih dan bukan dari syaitan, maka aku segera meninggalkan kuburan itu seraya berkata: "Ya Allah, berikanlah taufiq kepadaku untuk berpuasa di bulan Rammadhan dan mengiringinya berpuasa di bulan syawal."

Tukang Batu Dan Seorang Abid

DIRIWAYATKAN bahwa Nabi Isa a.s pernah berjalan di sebuah desa, dan di desa tersebut ada seorang tukang batu, kemudian berkatalah dari salah satu penduduk desa tersebut kepada Nabi Isa a.s. " Tukang batu itu selalu membuang air, meludahi nya dan mengotori nya.

Maka berdoa lah salah satu dari penduduk desa tersebut, kepada Allah agar tukang batu tersebut tidak membuatnya dan tidak dapat pulang dari tempat mana saja dia berada.

Lalu Nabi Isa a.s berdoa: " Ya Allah, Ya tuhanku, Kirimkan lah seekor ular kepada tukang batu dan jangan lah engkau kembalikan dia.

Kemudian Tukang batu pun pergi untuk mencari batu-batu di dekat sumber mata air dan dia pun dibekali membawa tiga potong roti, setelah si tukang batu tersebut berada di dekat mata air, seketika ada seseorang yang ahli ibadah (Abid) datang menghampirinya, Karena Abid tersebut biasanya beribadah di gunung dekat mata air tersebut, lalu sang abid mengucapkan salam kepada sang tukang batu tersebut seraya berkata :

Apakah engkau punya sedikit makanan yang dapat engkau berikan kepadaku atau engkau memperlihatkan makanan tersebut kepadaku sehingga aku dapat melihat makanan dan mencium bau makanan tersebut, karena aku tidak pernah makan-makanan sejak sekian hari."

Lalu tukang batu pun memberikan sepotong roti tersebut kepada sang abid, maka berkatalah sang abid itu: "Wahai tukang batu, mudah-mudahan Allah mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu."

Maka diberikannya lagi sepotong roti untuk kedua kalinya kepada sang abid lagi dan berkatalah abid: "Wahai tukang batu, Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah berlalu maupun yang akan datang."

Diberikannya lagi roti yang ketiga kalinya kepada seorang abid  dan dia pun berkata : "Wahai tukang batu, semoga Allah membangunkan sebuah rumah yang megah untukmu kelak di surga nanti."

Setelah itu tukang batu pulang kerumah atau desanya, dan para penduduk desa tersebut berkata kepada Nabi Isa a.s: " Wahai Nabi Isa a.s, tukang batu itu ternyata kembali lagi ke desa ini."

Kemudian berkatalah Nabi Isa a.s: "Panggil kan lah si tukang batu itu kesini." lalu bergegas lah penduduk desa tersebut memanggil si tukang batu untuk menghadap ke Nabi Isa a.s, Nabi Isa pun berkata: "Wahai tukang batu, ceritakan lah kepadaku amal-amal kebaikan apa saja yang engkau kerjakan hari ini?"

Maka tukang batu pun menceritakan semua amal-amal kebaikan yang ia kerjakan pada hari ini, yaitu memberikan bekal tiga roti yang ia bawa untuk seorang abid, kemudian dia pun mendoakan aku.

Nabi Isa a.s berkata: "Bahwa kemarin begmu itu", sebelum Nabi Isa melanjutkan perkataannya si tukang batu pun meletakkan Bag itu ke hadapan Nabi Isa a.s dan Nabi Isa a.s membuka Bag tersebut, tiba-tiba di dalam Bag tersebut itu terdapat seekor ular hitam yang di belenggu dengan rantai besi, berkatalah Nabi Isa a.s: "Wahai ular Hitam."

Kemudian ular hitam itu pun menjawab: "Ya, Wahai Nabi Allah".
Nabi Isa a.s lalu berkata lagi: "Bukan kah engkau aku kirim kepada orang ini?"
Lalu ular itu menjawab: "Benar, akan tetapi ada seseorang ahli ibadah yang datang dari gunung dekat mata air mendekati tukang batu tersebut, dia meminta makanan lalu dia memberikan makanan tersebut, maka dia doa kan orang ini hingga tiga kali dan di sampingnya berdiri malaikat yang mengaminkan doa tersebut, kemudian Allah mengutus salah satu malaikat untuk membelenggu aku dengan rantai besi yang ada di tubuhku ini."

Berkatalah Nabi Isa a.s kepada tukang batu: "Wahai tukang batu, mulailah beramal karena Allah telah mengampuni dosamu dan menunjukan jalan kebaikan kepadamu."

Kesimpulan

Demikian lah kisah yang saya berikan tentang Tukang Batu Dan Seorang Abid Semoga bermanfaat dan kita mendapatkan pelajaran dari kisah kisah yang telah saya berikan kepada kalian, bahwasanya kisah yang di atas mengajarkan kita untuk beramal baik sedekah. seperti hadis berikut:

وقال صلى الله عليه وسلم: {الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْ

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjang kan umur”.

Kisah Nelayan Dan Ulat

SEORANG nelayan yang soleh yaitu Fulan, suatu hari si Fulan berlayar menangkap seeokor ikan, akan tetapi sebuah pengawal dari kerajaan telah merampas semua ikan milik fulan tresebut dan memukulinya, maka berkatalah seorang nelayan tersebut :

FULAN : Ya tuhanku engkau telah menciptakan aku dalam keadaan lemah dan engkau ciptakan dia dalam keadaan gagah perasa, sehingga dia dapat menganiyaya aku, Kuasakan lah dia pada suatu mahluk dan jadikan lah dia sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Setelah pengawal itu tiba di rumahnya, dia menggoreng ikan itu, ketika dia meletakan ikan di atas hidangan, tiba-tiba duri dari ikan tersebut menyengatnya, seketika tangan dari pengawal kerajaan itu membengkak, sehingga tangan pengawal kerajaan tersebut di kerumuni banyak sekali ulat yang memakan tangan dari pengawal kerajaan tersebut.

Dan pada akhirnya sang pengawal kerajaan tersebut tidak tahan lagi harus memotong tangannya itu, kemudian setelah memotong tangannya sendiri, sang pengawal kerajaan pun tertidur dan dia pun bermimpi, seseorang mengatakan kepada sang pengawal kerajaan tersebut, "Kembalikanlah hak itu kepada pemiliknya, agar engkau selamat dari penyakit yang kau derita".

Sang pengawal kerajaan pun kemudian terbangun dari mimpinya, barulah sang pengawal kerajaan tersebut menyadari mengenai ikan yang dia rampas dari sang nelayan, maka esoknya pun dia langsung menghampiri sang nelayan tersebut untuk mengganti rugi ikan yang dia rampas waktu itu, untuk meminta kehalalannya dari sang nelayan.

Dan setelah sang nelayan tersebut menghalalkan ikan yang dia rampas, seketika itu pula ulat yang ada pada tangan sang pengawal kerajaan tersebut mulai berjatuhan dan seketika tangannya sembuh seperti tidak ada luka samasekali.

Demikianlah kisah dari Nelayan dan ulat, semoga kita mendapatkan pelajaran dari kisah tersebut.

روى مسلم عن معاذ بن جبلٍ: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:اتق دعوةَ المظلوم؛ فإنه ليس بينها وبين الله حجاب

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Muadz bin Jabal RA. Nabi SAW bersabda, “Takutlah akan doa orang yang di zalimi. Karena, sungguh tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.”

Burung-Burung Yang Meminum Air Mata Nabi Adam

DIRIWAYATKAN Bahwa Nabi Adam a.s telah menangis ketika turun dari syurga selama tigaratus tahun, dan tidak pernah mengangkat kepalanya ke la...