Tukang Batu Dan Seorang Abid

DIRIWAYATKAN bahwa Nabi Isa a.s pernah berjalan di sebuah desa, dan di desa tersebut ada seorang tukang batu, kemudian berkatalah dari salah satu penduduk desa tersebut kepada Nabi Isa a.s. " Tukang batu itu selalu membuang air, meludahi nya dan mengotori nya.

Maka berdoa lah salah satu dari penduduk desa tersebut, kepada Allah agar tukang batu tersebut tidak membuatnya dan tidak dapat pulang dari tempat mana saja dia berada.

Lalu Nabi Isa a.s berdoa: " Ya Allah, Ya tuhanku, Kirimkan lah seekor ular kepada tukang batu dan jangan lah engkau kembalikan dia.

Kemudian Tukang batu pun pergi untuk mencari batu-batu di dekat sumber mata air dan dia pun dibekali membawa tiga potong roti, setelah si tukang batu tersebut berada di dekat mata air, seketika ada seseorang yang ahli ibadah (Abid) datang menghampirinya, Karena Abid tersebut biasanya beribadah di gunung dekat mata air tersebut, lalu sang abid mengucapkan salam kepada sang tukang batu tersebut seraya berkata :

Apakah engkau punya sedikit makanan yang dapat engkau berikan kepadaku atau engkau memperlihatkan makanan tersebut kepadaku sehingga aku dapat melihat makanan dan mencium bau makanan tersebut, karena aku tidak pernah makan-makanan sejak sekian hari."

Lalu tukang batu pun memberikan sepotong roti tersebut kepada sang abid, maka berkatalah sang abid itu: "Wahai tukang batu, mudah-mudahan Allah mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu."

Maka diberikannya lagi sepotong roti untuk kedua kalinya kepada sang abid lagi dan berkatalah abid: "Wahai tukang batu, Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah berlalu maupun yang akan datang."

Diberikannya lagi roti yang ketiga kalinya kepada seorang abid  dan dia pun berkata : "Wahai tukang batu, semoga Allah membangunkan sebuah rumah yang megah untukmu kelak di surga nanti."

Setelah itu tukang batu pulang kerumah atau desanya, dan para penduduk desa tersebut berkata kepada Nabi Isa a.s: " Wahai Nabi Isa a.s, tukang batu itu ternyata kembali lagi ke desa ini."

Kemudian berkatalah Nabi Isa a.s: "Panggil kan lah si tukang batu itu kesini." lalu bergegas lah penduduk desa tersebut memanggil si tukang batu untuk menghadap ke Nabi Isa a.s, Nabi Isa pun berkata: "Wahai tukang batu, ceritakan lah kepadaku amal-amal kebaikan apa saja yang engkau kerjakan hari ini?"

Maka tukang batu pun menceritakan semua amal-amal kebaikan yang ia kerjakan pada hari ini, yaitu memberikan bekal tiga roti yang ia bawa untuk seorang abid, kemudian dia pun mendoakan aku.

Nabi Isa a.s berkata: "Bahwa kemarin begmu itu", sebelum Nabi Isa melanjutkan perkataannya si tukang batu pun meletakkan Bag itu ke hadapan Nabi Isa a.s dan Nabi Isa a.s membuka Bag tersebut, tiba-tiba di dalam Bag tersebut itu terdapat seekor ular hitam yang di belenggu dengan rantai besi, berkatalah Nabi Isa a.s: "Wahai ular Hitam."

Kemudian ular hitam itu pun menjawab: "Ya, Wahai Nabi Allah".
Nabi Isa a.s lalu berkata lagi: "Bukan kah engkau aku kirim kepada orang ini?"
Lalu ular itu menjawab: "Benar, akan tetapi ada seseorang ahli ibadah yang datang dari gunung dekat mata air mendekati tukang batu tersebut, dia meminta makanan lalu dia memberikan makanan tersebut, maka dia doa kan orang ini hingga tiga kali dan di sampingnya berdiri malaikat yang mengaminkan doa tersebut, kemudian Allah mengutus salah satu malaikat untuk membelenggu aku dengan rantai besi yang ada di tubuhku ini."

Berkatalah Nabi Isa a.s kepada tukang batu: "Wahai tukang batu, mulailah beramal karena Allah telah mengampuni dosamu dan menunjukan jalan kebaikan kepadamu."

Kesimpulan

Demikian lah kisah yang saya berikan tentang Tukang Batu Dan Seorang Abid Semoga bermanfaat dan kita mendapatkan pelajaran dari kisah kisah yang telah saya berikan kepada kalian, bahwasanya kisah yang di atas mengajarkan kita untuk beramal baik sedekah. seperti hadis berikut:

وقال صلى الله عليه وسلم: {الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْ

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjang kan umur”.

Kisah Nelayan Dan Ulat

SEORANG nelayan yang soleh yaitu Fulan, suatu hari si Fulan berlayar menangkap seeokor ikan, akan tetapi sebuah pengawal dari kerajaan telah merampas semua ikan milik fulan tresebut dan memukulinya, maka berkatalah seorang nelayan tersebut :

FULAN : Ya tuhanku engkau telah menciptakan aku dalam keadaan lemah dan engkau ciptakan dia dalam keadaan gagah perasa, sehingga dia dapat menganiyaya aku, Kuasakan lah dia pada suatu mahluk dan jadikan lah dia sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Setelah pengawal itu tiba di rumahnya, dia menggoreng ikan itu, ketika dia meletakan ikan di atas hidangan, tiba-tiba duri dari ikan tersebut menyengatnya, seketika tangan dari pengawal kerajaan itu membengkak, sehingga tangan pengawal kerajaan tersebut di kerumuni banyak sekali ulat yang memakan tangan dari pengawal kerajaan tersebut.

Dan pada akhirnya sang pengawal kerajaan tersebut tidak tahan lagi harus memotong tangannya itu, kemudian setelah memotong tangannya sendiri, sang pengawal kerajaan pun tertidur dan dia pun bermimpi, seseorang mengatakan kepada sang pengawal kerajaan tersebut, "Kembalikanlah hak itu kepada pemiliknya, agar engkau selamat dari penyakit yang kau derita".

Sang pengawal kerajaan pun kemudian terbangun dari mimpinya, barulah sang pengawal kerajaan tersebut menyadari mengenai ikan yang dia rampas dari sang nelayan, maka esoknya pun dia langsung menghampiri sang nelayan tersebut untuk mengganti rugi ikan yang dia rampas waktu itu, untuk meminta kehalalannya dari sang nelayan.

Dan setelah sang nelayan tersebut menghalalkan ikan yang dia rampas, seketika itu pula ulat yang ada pada tangan sang pengawal kerajaan tersebut mulai berjatuhan dan seketika tangannya sembuh seperti tidak ada luka samasekali.

Demikianlah kisah dari Nelayan dan ulat, semoga kita mendapatkan pelajaran dari kisah tersebut.

روى مسلم عن معاذ بن جبلٍ: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:اتق دعوةَ المظلوم؛ فإنه ليس بينها وبين الله حجاب

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Muadz bin Jabal RA. Nabi SAW bersabda, “Takutlah akan doa orang yang di zalimi. Karena, sungguh tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.”

Burung-Burung Yang Meminum Air Mata Nabi Adam

DIRIWAYATKAN Bahwa Nabi Adam a.s telah menangis ketika turun dari syurga selama tigaratus tahun, dan tidak pernah mengangkat kepalanya ke la...